Para Dai Adalah Para Pencari

Para pendakwah ada dua macam, imma dia thullab al-akhirah, imma dia thullab ad-dunya.

[1] Thullab al-Akhirah, yaitu para pendakwah yang mencari keuntungan akhirat dari dakwahnya. Mereka tidak menjadikan dakwah sebagai ladang kekayaan dan kenikmatan dunia. Jikapun mereka mendapatkannya -karena dakwah-, mereka berusaha zuhud dengannya atau meninggalkan atau menafkahkannya ke pihak lain. Sementara hati mereka dalam perjalanan dakwah tetap tertuju ke Hari Akhir. Tidak mencari ganjaran pada kantong dan lisan manusia. 

Allah Ta'ala berfirman:


اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ
"Ikutilah oleh kalian orang yang tidak meminta ganjaran dan merekalah orang-orang yang diberi petunjuk."
[Q.S. Yasin, ayat 21]

 

[2] Thullab ad-Dunya, yaitu para pendakwah yang mencari keuntungan dunia dari dakwahnya, baik menjadikannya murni pencarian atau memang mendasari hatinya dengannya. Semoga Allah Ta'ala memberi hidayah pada kita dan mengampuni dosa kita. Dunia yang dimaksud bukan semata-mata uang. Bahkan popularitas, gengsi, kepemimpinan, pujian hingga qadasah (keadaan dielu-elukan oleh masyarakat) termasuk keduniaan yang kerapkali dianggap bukan. 

 

Barangkali seorang pendakwah sudah tidak butuh uang disebabkan kekayaannya, namun ia mengejar pujian dan pengikut. 

 

Dakwah, jika landasan dan tujuannya adalah ganjaran duniawi belaka, maka hilanglah ruh dan efek berkah kebenaran darinya. Mungkin maklumat dan wawasan tersampaikan. Namun hati para manusia tidak sampai kepada substansi dan tujuan menuntut ilmu. Di antara tipuannya: melahirkan murid-murid atau jema'ah yang fanatik membabi buta. 

 

Betapa banyaknya pendakwah yang mendikte jema'ah dan mentalqin mereka kesesatan. Sepulang dari majelis para pendakwah ini kenyang, puas dan akan tidur pulas. Sementara jema'ah tidak mendapatkan ilmu sedikitpun kecuali fanatisme dan pengagungan mutlak terhadap sosok selain Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam-. Para sahabat pun tidak mendapat porsi di hati. 

 

Dan beliau -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:


وإنما أخاف على أُمتي الأئمة المضلين
"Justru yang aku takutkan pada umatku adalah para imam yang menyesatkan."
[H.R. Muslim]

 

Maka, hendaknya setiap pendakwah, meskipun dakwah tauhid dan sunnah, selalu mengecek dirinya dan niatannya. Untuk akhirat atau dunia?!

 

 

Ditulis oleh Ust Hasan al-Jaizy