Jangan Berbangga dengan Segunung Harta dan Jangan Putus Asa dengan Sedebu Laba

Kita sama-sama tahu, menuntut ilmu, baik dengan membaca kitab, menelaah tafsir dan hadits, memahami istinbath fiqh para ulama, mendalami sirah Nabi dan salaf, sampai menyimak kajian sekalipun tema umum selama benar, adalah sebaik-baik amalan.

 

Saya merasakan itu. Anda merasakan itu. Terlebih para ulama dan asatidzah mereka; dengan keilmuan mereka, mestilah -dengan rahmat Allah- mereka merasakan kelezatan ilmu begitu tinggi.

 

Sekiranya berdagang ini bukan ibadah, meneliti barang demi kualitasnya dan product knowledge tidak bisa dijadikan sebagai ibadah, melayani konsumen demi nafkah bukanlah ibadah, saya pribadi -dan mungkin Anda juga- sepertinya lebih memilih meninggalkan kesibukan ini. 

 

Alhamdulillah. Semua perdagangan, usaha dan pekerjaan halal, dalam Islam, bisa menjadi suatu ibadah. 

 

Dan saya nasehati diri saya maupun rekan sekalian, agar punya keinginan, hasil duniawi yang Allah berikan ini kelak bukan hanya untuk pribadi, melainkan untuk nafkah keluarga, kerabat, orang-orang dekat dan yang membutuhkan. Sekiranya bukan untuk ridha Allah dan akhirat, wallahi, dunia ini rendah sekali dan segala laba tidak ada arti. 

 

Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:

 

اللهم لا عيشَ إلا عيشُ الآخرة

"Ya Allah, tiadalah kehidupan hakiki melainkan kehiduapan akhirat."

 

Syaikh Ibn Baz -rahimahullah- menerangkan:

لأنَّ عيش الدنيا زائلٌ، وعيش الآخرة هو الدَّائم

"Karena kehidupan dunia ini akan hilang. Sementara kehidupan akhirat akan abadi."

 

Ya akhi, laris atau tidaknya barang, seberapapun untungnya, kelak akan ada ajalnya. Kita akan meninggalkan semua ini. Keringat dan letih akan hilang pula. Yang tersisa setelah matinya kita adalah amalan. Baik atau buruk?

 

Maka, jangan berbangga dengan segunung harta, dan jangan putus asa dengan sedebu laba. Apa yang kita dagangkan dan kita dapatkan, tidak dibawa mati. Berjalanlah seperti orang asing di dunia atau sekadar lewat. Jadikan kiblat amalan adalah Allah Ta'ala demi kesejahteraan akhirat.

 

Semoga tulisan ini bermanfaat

 

Ditulis oleh Ust Hasan al-Jaizy