Apakah Ahruf Muqaththaah Termasuk Mutasyabih?

Allah Ta’ala memulai 19 surat dalam al-Qur’an dengan huruf hija’iyyah yang terpotong. Ia dikenal dengan istilah ahruf muqaththa’ah. Jika dikumpulkan semua huruf tersebut, maka keseluruhannya terbilang 14 huruf, yang merupakan separuh dari keseluruhan huruf hija’iyyah. Sebagian ulama menghimpunnya menjadi rangkaian lafal: نص حكيم قاطع له سر.

 

Pertanyaan: “Apakah ahruf muqaththa’ah termasuk mutasyabih?”

 

Jawaban: Tentangnya terdapat tafshil (rincian). Sesuatu ketika disifati mutasyabih, maka ia ada dua kemungkinan, yaitu mutasyabih kully atau mutasyabih nisby.

 

Mutasyabih kully menunjukkan apa yang maksudnya tidak diketahui secara mutlak oleh siapapun. Hanya Allah yang mengetahuinya.

 

Adapun mutasyabih nisby adalah apa yang maksudnya tidak diketahui oleh suatu kaum, namun mungkin diketahui oleh lainnya.

 

Jika ahruf muqaththa’ah disebut mutasyabih nisby, maka itu benar. Adapun jika disebut mutasyabih kully, maka itu salah. Sebabnya sebagian salaf memiliki jejak tafsir terhadap ahruf tersebut. Sekiranya itu semua mutasyabih kully, maka mereka takkan mengatakan apapun dalam rangka penafsirannya.  [Lihat: Mafhum at-Tafsir, Musa'id ath-Thayyar, hal. 148]

 

Di antara contohnya adalah Ibnu Abbas dan Ikrimah, menafsirkan huruf Yasin (يس) dengan:

يا إنسان

“Wahai manusia!” [Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an, 20/488]

 

Begitu pula Ibnu Abbas menafsirkan huruf Thaha (طه) dengan:

يا رجل

“Wahai lelaki!” [Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an, 18/266]

 

Maka, yang shahih adalah ahruf muqaththa’ah termasuk hal yang bersifat mutasyabih dalam al-Qur’an, namun ia mutasyabih nisby; disebabkan sebagian salaf menafsirkannya. Wallahu a’lam

 

Hasan al-Jaizy
11 Rajab 1441 / 5 Maret 2020