USIA NABI SAAT WAFAT AYAHNYA

Pertanyaan : 

Banyak dari orang-orang kafir dan ateis menukas kalimat yang tak layak mereka katakan, bahwasanya ayah Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia empat tahun sebelum Nabi dilahirkan. Mereka mengatakan: bagaimana mungkin Nabi dilahirkan setelah empat tahun dari wafat ayahnya?! Sesungguhnya ini adalah fenomena yang sangat mustahil. Bahkan mereka menghina nasab beliau, juga ibunya. Mereka berdalih dengan landasan seperti yang dicantumkan dalam kitab “At-Thabaqat al-Kubra". Lantas kapankah wafat ayah Rasulullah yang sebenarnya?! Dan bagaimana kami membantah perkataan mereka? Kami berharap semoga bantahannya sangat logis dan jelas. Terimakasih banyak. 

Jawab : 

Muhammad bin Yusuf ash-Sholihi asy-Syami, seorang ahli sejarah abad 10 hijriyyah, telah menyimpulkan dalam bukunya “Subul al-Huda wa ar-Rasyad fi Shirath Khayr al-Ibad” pada bab tiga, terkait wafatnya Abdullah bin Abdul Muthalib. Disebutkan juga di dalamnya perkataan para ahli sejarah perihal persoalan tersebut, yang mana ia berkata: “Ibnu Ishaq Rahimahullah  mengatakan:

 

ุซู… ู„ู… ูŠู„ุจุซ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู…ุทู„ุจ ุฃู† ุชูˆููŠ ูˆุฃู… ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุญุงู…ู„ ุจู‡.

“Tidak lama setelah wafatnya Abdullah bin Abdul Muthallib, wafatlah ayah Rasulullah saat beliau di kandungan ibunda.”

 

Hal ini ditegaskan oleh Ibnu Ishaq, dirajihkan oleh al-Waqidi , Ibnu Sa’ad dan al-Baladzuri dan dishahihkan oleh adz-Dzahaby. Ibnu mengatakan, “Pernyataan itu sangatlah populer”. Berkata Ibnu Jauzi, “Pernyataan tersebut telah dicamkan oleh mayoritas ulama ahli sejarah.” Pernyataan tersebut diriwayatkan juga oleh al-HaKatsir kim dan dishahihkan olehnya. Telah ditetapkan oleh Ad-Dzahaby dari Qais bin Makhromah Radhiyallahu ‘anhu. 

 

Dan para Ulama selain Ibnu Ishaq mengatakan bahwa hal tersebut terjadi ketika genap dua bulan ibu Rasulullah mengandung. Ada juga yang berujar bahwa ayah beliau meninggal ketika Rasulullah dalam timangan dua bulan dari umurnya. Ada juga yang berujar dua puluh delapan bulan dari umurnya. Ada juga yang berujar sembilan bulan dari umurnya. Dan as-Shuhaily menukil dari Ad-Daulaby bahwasanya pernyataan itu perkataan mayoritas (aktsarun) ulama. Akan tetapi yang benar pernyataan itu perkataan banyak (katsirun) dari ulama bukan mayoritas (aktsarun). 

 

Adapun Muhammad bin Sa’ad menyebutkan dalam “ath-Thabaqat al-Kubra” hanya tiga pendapat saja, yaitu bahwasanya ketika ayah Nabi wafat, beliau masih dalam kandungan Ibunya. Itu pendapat pertama. Pendapat kedua: umur Nabi ketika ayahnya wafat adalah dua puluh delapan bulan. Pendapat ketiga: umur beliau ketika ayahnya wafat adalah tujuh bulan. Lalu beliau merajihkan bahwasanya ketika ayahnya wafat, beliau masih dalam kandungan, sebagaimana dalam pernyataannya:


ุชููˆููู‘ููŠูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู - ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ - ุญูŽู…ู’ู„ูŒ

“Abdullah bin Abdul Muthallib wafat ketika Nabi dalam kandungan.” [Ath-Thabaqat al-Kubra, 1/80]

Demikianlah pendapat-pendapat yang disebutkan oleh Ibnu Sa’ad dalam bukunya. Tidak ada satu pun  pendapat yang mengatakan bahwasanya Nabi dilahirkan setelah empat tahun dari wafat ayahnya. Hal seperti inilah yang diada-dakan oleh mereka para orang-orang kafir dan ateis yang ingin menyesatkan umat islam. Dan pendapat kedua yang disebutkan oleh Ibnu Sa’ad itu maksudnya; bahwasanya ayah Nabi wafat ketika umur beliau dua tahun empat bulan. 

 

Ditulis oleh Ust. Hasan al-Jaizy dan Ust. Ahmad Yuhanna


Referensi:
- http://bit.ly/FATWA009
- Ath-Thabaqat al-Kubra, Muhammad bin Sa’ad