TIDAK CUKUP HANYA MENGHAFAL ASMAUL HUSNA

Menghafal Asmaul Husna atau menghimpun semua dari nama nama-nama terbaik adalah amalan baik. Karena Rasulullah menjanjikan pelakunya masuk surga. Sabda beliau:

 

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, 100 dikurangi 1. Barangsiapa yang menghimpunnya, maka ia masuk Surga.” [H.R. Ahmad, al-Bukhary, Muslim, Ibnu Majah dan at-Tirmidzy]

 

Hadits ini tidak menunjukkan pembatasan nama Allah Ta’ala hanyalah 99 nama. Disebabkan adanya hadits lain yang menunjukkan adanya nama-nama Allah Ta’ala yang hanya Dialah yang mengetahuinya. 

 

Syaikh Shalih al-Fauzan rahimahullah menerangkan tentang makna ‘ihsha’ (menghimpun) di hadits tersebut:

ومعنى إحصائها: عدها، ومعرفة معناها، والعمل بمقتضاها. أما مجرّد أنه يكتُبها، أو يعدّها عدّاً فقط، وهو لا يعرف معانيها، أو أنّه يعرف معانيها لكنّه لا يعمَلُ بها فإنَّه لا يحصُل على هذا الوعد الكريم.


“Makna ‘ihsha’” (terhadap asma’ Allah tersebut): menghimpunnya, mengetahui maknanya dan beramal dengan konsekuensi-Nya. Adapun sebatas menulisnya, atau menghitungnya semata, sementara ia tidak mengetahui maknanya, atau mengetahuinya namun tidak beramal dengan konsekuensinya, maka ia tidak mendapatkan janji mulia tersebut.” [I’anah al-Mustafid, 2/211]

Ditulis oleh Hasan al-Jaizy