TAK ADA HADITS SHAHIH DENGAN LAFAL INI

Pertanyaan : 

Saya ingin bertanya apakah konten hadits ini benar?! 

من أخفى عن الناسِ همّه متوكلاً على الله؛ كفاهُ الله ما أهمّهُ وأرضاه 


“Barang siapa yang menyembunyikan sesuatu yang ia inginkan dari orang lain dengan rasa tawakal kepada Allah, maka Allah akan cukupkan baginya sesuatu yang ia inginkan dan yang membuatnya ridho“. 

Jawab : 

Kami belum pernah mendapatkan hadits-hadits nabawi dengan lafal tersebut. Namun ada beberapa hadits yang mencantumkan lafal sebagai berikut; 

مَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ 

“Barang siapa yang keinginannya hanya kehidupan akhirat, maka Allah akan memberikan rasa cukup dalam hatinya, menyatukan urusannya yang berserakan, dan dunia akan datang kepadanya tanpa ia cari. Dan barang siapa yang keinginannya hanya kehidupan dunia, maka Allah akan jadikan kemiskinan yang selalu membayang-bayangi dihadapan kedua matanya, mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali hanya sekedar apa yang telah ditaqdirkan baginya”. [H.R. At-Tirmidzy, no. 2465]

مَنْ جَعَلَ الْهُمُومَ هَمًّا وَاحِدًا هَمَّ آخِرَتِهِ كَفَاهُ اللَّهُ هَمَّ دُنْيَاهُ وَمَنْ تَشَعَّبَتْ بِهِ الْهُمُومُ فِي أَحْوَالِ الدُّنْيَا لَمْ يُبَالِ اللَّهُ فِي أَيِّ أَوْدِيَتِهَا هَلَكَ 

“Barang siapa yang menjadikan cita-citanya untuk menggapai akhirat, maka Allah akan cukupkan baginya dunianya. Dan barang siapa yang cita-citanya hanya untuk mencari dunia, maka Allah tidak peduli dilembah mana ia akan binasa”. [H.R. Ibnu Majah, no. 257]

مَنْ نَزَلَتْ بِهِ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ وَمَنْ نَزَلَتْ بِهِ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِاللَّهِ فَيُوشِكُ اللَّهُ لَهُ بِرِزْقٍ عَاجِلٍ أَوْ آجِلٍ 

“Barang siapa yang tertimpa kesusahan dan mengeluhkan kepada manusia, maka kesusahannya tidak akan terpenuhi. Dan barang siapa yang tertimpa kesusahan, lalu mengeluhkannya kepada Allah, hampir saja Allah memberinya rizki,cepat atau lambat”. [H.R. Ahmad, no. 4219 dan at-Tirmidzy, no. 2326] 

Ditulis oleh Ust. Hasan al-Jaizy dan Ust. Ahmad Yuhanna

Referensi:
- http://bit.ly/FATWA008
- Al-Musnad, Ahmad bin Hanbal
- Sunan at-Tirmidzy, Abu Isa Muhammad at-Tirmidzy
- Sunan Ibn Majah, Muhammad bin Yazid al-Qazwiny
- Al-Mujtaba min as-Sunan, Ahmad al-Khurasany an-Nasa’i