MENJUAL BARANG BUKAN MILIKNYA

Pertanyaan : 

Apa hukumnya menjual barang yang tidak kita miliki namun jika kita cari barangnya, ia akan ada. Jadi kita tawarkan ke pelanggan terkait barang itu. Kemudian dilakukanlah transaksi. Mulailah kami cari barang tersebut. Kami mendapat keuntungan dari penjualannya. Lalu kami berikan barangnya ke pelanggan itu. 

Jawab : 

Tidak diperbolehkan seseorang menjual barang-barang yang tidak dimilikinya saat transaksi sedang berlangsung, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang dishahihkan oleh Syekh Al-Albani yang diriwayatkan oleh Hakim bin Hizam Radhiyallahu ‘anh . Beliau bercerita: “Aku mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk bertanya. Ada seseorang yang meminta kepadaku suatu barang yang tidak aku miliki. Aku melakukan transaksi kepadanya. Lalu aku cari barang tersebut untuk kemudian aku berikan kepadanya. Lalu beliau berkata; 

لا تبع ما ليس عندك

“Janganlah engkau menjual sesuatu yang tidak engkau miliki.” [H.R. Ahmad, no. 15311]


Dikecualikan dari konteks hadits ini adalah transaksi indent. Yang demikian itu hukumnya diperbolehkan dengan syarat-syarat yang berlaku.
Adapun bila yang terjadi adalah  Anda menawarkan suatu barang kepada seseorang , dan belum ada transaksi untuk membelinya, melainkan hanya sekedar janji untuk membeli, lalu engkau pergi mencari barang tersebut dan menjualnya kepada orang itu, maka hal itu diperbolehkan. Sama sekali tidak dipermasalahkan, walaupun pelanggan tidak mengetahui kalau engkau ingin mencarikan untuknya dari toko lain. Namun perlu diketahui bahwa Anda tidak diperbolehkan melakukan transaksi kepadanya atau melazimkan (iltizam) terhadap barang tersebut harus dibeli, sedang barangnya belum dimilikinya. 

Wallahu a’lam bisshowab.

Ditulis oleh:
Ust. Ahmad Yuhanna dan Ust. Hasan al-Jaizy

REFERENSI: 
- http://bit.ly/FATWA004
- Musnad Imam Ahmad bin Hanbal