Korelasi Terkabulnya Doa dan Banyak Tertawa

Dahulu, Nabi dan kalangan salaf mengetahui isi doa mereka saat meminta kepada Allah al-Mujib. Maka, kian dikabulkanlah doa mereka. Adapun kini, banyak dari kita mengamini siapapun yang sedang berdoa tanpa memahami apa yang dibaca. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kalian kepada Allah dalam keadaan yakin akan jawaban dari-Nya. Ketahuilah oleh kalian bahwasanya Allah tidak menjawab doa dari hati yang lengah lagi lalai.” [H.R. At-Tirmidzy, no. 3479]

Gelora kecintaan kepada makhluk, baik kepada lawan jenis atau kepada dunia, bisa mematikan hati dan meredupkan cahaya wajah. Ia menghilangkan kewibawaan. Laksana orang yang banyak tertawa. Akan mematikan hatinya. Jika hati mati, maka bagaimana doa bisa dikabulkan?! Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ


“Jangan kamu banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati.”  [H.R. Ahmad, no. 8095, At-Tirmidzy, no. 2305 dan Ibnu Majah, no. 4193 dan 4217]

Orang beriman mengetahui keadaan orang kafir. Biarkan mereka banyak tertawa kini di dunia. Di Akhirat nanti, orang berimanlah yang akan tertawa dan senang. Allah Ta’ala berfirman:


فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ (34) عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ (35)


“Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.” [Q.S. Al-Muthaffifin: 34-35]

 

Gelora kecintaan kepada makhluk, baik kepada lawan jenis atau kepada dunia, bisa mematikan hati dan meredupkan cahaya wajah. Ia menghilangkan kewibawaan. Laksana orang yang banyak tertawa. Akan mematikan hatinya. Jika hati mati, maka bagaimana doa bisa dikabulkan?!

 

Ditulis oleh Ust. Hasan al-Jaizy