JUALAN DI ATAS JUALAN ORANG LAIN

Pertanyaan : 

Ada seorang pelanggan ingin kulakan dari saya, yang mana saya berikan harga sangat rendah kepadanya. Bolehkah saya bilang kepadanya, coba carilah ke tempat lain. jika engkau dapatkan harga  yang lebih rendah dariku, aku siap untuk memberimu dengan harga tersebut? Dan apakah yang demikian itu dianggap semacam jualan diatas jualan orang lain?! Sedangkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,  “Tidaklah seorang yang  beriman berjualan diatas jualan saudaranya, dan tidaklah melamar seorang wanita diatas lamaran orang lain”. Mohon penjelasan tentang hadits tersebut secara detail. Dan dalam perihal seperti apa yang bisa dikatagorikan dalam hadits tersebut?! 


Jawab : 

Apa yang engkau lakukan itu tidak mengapa. yaitu engkau mengatakan kepada seorang pelanggan atau seorang karyawan; jikalau engkau mendapatkan harga lain yang lebih murah dariku, akan aku berikan harga yang lebih rendah lagi. Atau, aku akan menggajimu lebih besar lagi. Ini tidak dikatagorikan dalam hadits tentang larangan berjualan di atas jualan orang lain. Sedangkan maksud dari hadits tersebut yaitu sebagaimana dijelaskan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh al-Imam an-Nasa’i: 


لَا يَبِيعُ الرَّجُلُ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ حَتَّى يَبْتَاعَ أَوْ يَذَرَ


“Janganlah seseorang berjualan di atas jualan saudaranya hingga ia membeli atau meninggalkan”. [H.R. An-Nasa’i, no. 4504] 

Adapun ilustrasi atas larangan yang  dijelaskan dalam konteks hadits tersebut ialah: ada seorang pedagang dan pembeli yang telah deal dengan harga yang telah disepakati oleh kedua pihak. Kemudian datanglah pedagang lain menawarkan barang yang sama kepada si pembeli dengan harga yang lebih rendah dari pedagang pertama. 

Sedangkan ilustrasi terkait membeli diatas pembelian orang lain yaitu: ada seorang penjual dan pembeli yang telah deal atas harga yang telah disepakati oleh kedua pihak. Kemudian datanglah seorang pembeli lain yang mengatakan kepada si pedagang, “Aku beli daganganmu lebih tinggi dari pembeli pertama”. 

Adapun pasal kenapa terdapat larangan berjualan diatas jualan orang lain, tidak lain tidak bukan lantaran hal tersebut menyebabkan pertikaian dan permusuhan antar sesama muslim, yang mana syariat menganjurkan untuk saling bahu membahu satu sama lain. Sebaliknya, pertikaian dan permusuhan adalah yang diinginkan setan. Sebagaimana Allah firmankan:


إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ

“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu”. [Q.S. Al-Ma’idah: 91]


Kendatipun ayat tersebut berkenaan dengan masalah khamr dan judi, namun kenyataan bahwa tujuan setan untuk menimbulkan permusuhan antara manusia bersifat umum. Wallahu a’lam

Ditulis oleh Ust. Hasan al-Jaizy dan Ust. Ahmad Yuhanna

Referensi:
- http://bit.ly/FATWA007
- Al-Mujtaba, an-Nasa’i