Baju Putih dan Baju Hitam

Boleh jadi kita memakai peci, baju koko, sarung serta berpenampilan sebagaimana umumnya muslim negeri ini. Boleh jadi kita shalat berjama’ah. Tapi selagi sebaik itu tampilan dan amalan zahirnya, boleh jadi hati ini masih keras laksana batu yang tak tersentuh air. Maka mari ingatkan diri kita akan firman Allah Ta’ala berikut:


ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” [Q.S. Al-Baqarah: 74]


Orang yang lembut hatinya karena Allah akan mudah menangis karena-Nya. Walaupun keluarnya air mata itu tidak diketahui insan lain. Tidak ada warta tentangnya yang sampai ke telinga siapapun dari semesta. Sebaliknya, orang yang keras hatinya dan lemah imannya, maka akan sulitlah menguraikan air mata karena Allah Ta’ala. Keras hati dan lemah iman sangat  berpengaruh terhadap ibadah, sehingga resapan dan rasa menjadi tawar.


Yahya bin Mu'adz rahimahullah berkata:


كم من مستغفر ممقوت وساكت مرحوم هذا أستغفر الله وقلبه فاجر، وهذا سكت وقلبه ذاكر.

"Betapa banyaknya orang berisitighfar namun dimurkai. Betapa banyaknya orang yang diam namun dirahmati. Inilah dia beristighfar kepada Allah namun hatinya fajir. Inilah dia tampak diam namun hatinya berdzikir." [Shifah ash-Shafwah, 2/293]

Atsar ini tidak dimaksudkan untuk mengurangi tingginya derajat dzikir lisan, melainkan menegaskan bahwa asas dari amalan adalah amalan hati, terutama dzikir. 

Maka, ini peringatan untuk kita di medsos, ketika menasehati, memperingatkan dan mengajarkan orang dengan tulisan atau ceramah kita, apakah betul saat itu niatan kita sudah benar atau sebatas mengejar jam tayang status dan jempol insan?

Kemudian, berhati-hatilah dengan hitamnya noktah dosa. Hitam tersebut menutup hati ahli maksiat. Allah Ta’ala berfirman : 

كَلَّاۖ بَلۡۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ  

“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka” 
(QS. Muthafifin : 14)

Tertutupnya hati disebabkan apa yang mereka lakukan. Ini nasehat untuk kita semua. Apa yang kita lakukan dari perbuatan akan berdampak pada hati kita. Di antara bukti yang bisa dirasakan insan yang beriman adalah saat imannya sedang tinggi, kemudian melakukan maksiat, maka efek maksiat tersebut sangat terasa. Baju putih yang sangat terang, akan mudah tampak padanya noktah hitam. Sementara baju hitam yang sudah kadung pekat, seberapa hitam noktah dan banyaknya, maka ia tetap disebut ‘baju hitam’.


Baju putih yang sangat terang, akan mudah tampak padanya noktah hitam. Sementara baju hitam yang sudah kadung pekat, seberapa hitam noktah dan banyaknya, maka ia tetap disebut ‘baju hitam’
 

Ditulis oleh Ust. Hasan al-Jaizy